menjelang kewafatan kekasih Allah........
Suatu ketika, saat Rasulullah sudah semakin dekat dengan ajalnya, ia berkata kepada para sahabatnya, “Mungkin sebentar lagi Allah akan memanggilku, aku tak ingin di padang mahsyar nanti ada diantara kalian yang ingin menuntut balas karena perbuatanku kepada kalian. Bila ada yang keberatan dengan perbuatanku pada kalian, ucapkanlah!” Para sahabat terdiam, namun ada seorang sahabat yang bangkit dan berkata, “Dahulu ketika engkau memeriksa barisan di saat ingin pergi perang, kau meluruskan posisiku dengan tongkatmu. Aku tak tahu apakah engkau sengaja atau tidak, tapi aku ingin menuntut qishash (red:pembalasan) hari ini.”
Semua sahabat terpana, kemudian Umar langsung berdiri dan siap ‘membereskan’ orang itu, namun Rasulullah melarangnya. Bilal disuruh pergi ke rumah Rasul untuk mengambil tongkat. Setelah Bilal tiba dengan tongkat itu, Rasul memberikannya kepada sahabat itu seraya menyingkapkan bajunya. Rasul berkata, “lakukanlah!” Suasana berubah menjadi sunyi senyap, dan terjadi suatu keanehan. Sahabat tersebut malah memeluk Rasul seraya menangis.
“Sungguh maksud tujuanku hanyalah untuk memelukmu dan merasakan kulitku menyentuh tubuhmu! Aku ikhlas atas semua erilakumu wahai Rasulullah.” Sahabat itu tahu bahwa saat perpisahan semakin dekat, ia ingin memeluk Rasul sebelum Allah memanggil Rasul.
Betapa mulia akhlak seorang Rasulullah, dengan akhlaknya yang baik dan tidak pernah menyakiti perasaan orang lain masih merasa takut jika ada yang menuntut balas kepadanya di akhirat kelak. Ia adalah sosok pemimpin idaman, yang dengan besar hati siap menerima kritik dan hukuman ketika ia berbuat salah. Kenyataannya di negeri ini banyak pemimpin yang tidak pernah merasa
bersalah walaupun telah banyak merugikan orang lain.
Betapa mulia akhlak seorang Rasulullah, dengan akhlaknya yang baik dan tidak pernah menyakiti perasaan orang lain masih merasa takut jika ada yang menuntut balas kepadanya di akhirat kelak. Ia adalah sosok pemimpin idaman, yang dengan besar hati siap menerima kritik dan hukuman ketika ia berbuat salah. Kenyataannya di negeri ini banyak pemimpin yang tidak pernah merasa
bersalah walaupun telah banyak merugikan orang lain.
Na’udzubillah….. Mari kita teladani akhlak Rasulullah SAW! (Penulis : Sundoro)
Tiada ulasan:
Catat Ulasan