Ahad, 16 Januari 2011

Ibuku Bermata Satu

sahabat2...hayatilah kisah ini...
Ibuku Bermata Satu 
         
                      Ibu hanya memiliki satu mata.Aku sangat membencinya.Dia membuatku menjadi bahan olok-olokan dan cemuhan.Selama ini,untuk menyara keluarga dia bekerja sbg tukang masak di kantin utk para pelajar dan guru di sekolah.Kisah ini bermula saat aku duduk di sekolah rendah dan ibuku datang.Aku dimalukan olehnya.Sungguh  sanggup ia melakukan ini  padaku?..Saat bertemu dengannya aku pun berpaling muka dan berlari meninggalkannya.Keesokan harinya di sekolah teman2 mengejekku.Salah seorang di antara mereka berkata.."ibumu bermata satu???"..Saat itu aku berharap ibuku lenyap dari muka bumi ini.Sepulang dari sekolah kutemui ibuku dan kukatakan padanya dengan nada tinggi..
  "Mak!!!...kenapa mak hanya memiliki satu mata??!!..Kalau mak hanya ingin aku menjadi bahan ejekan orang ramai,kenapa mak tak segera mati saja??!!..
  Ibuku diam tidak bereaksi.Aku merasa tak sedap hati,namun di saat yang sama aku rasa aku harus mengatakan apa yang ingin katakan selama ini..Aku juga berfikir yang aku dah melukakan parasaannya.
                        Malam itu aku terjaga dan bangun menuju ke dapur untuk mengambil segelas air minum.Di sana kulihat ibuku sedang menangis terisak-isak.Dia menangis di dapur mungkin kerana kuwatir akan membangunkanku.Sesaat kutatap dirinya dan tak lama setelah itu pun pergi meninggalkannya.Aku benci ibuku yang menangis dengan satu mata.Aku pun bertekad untuk menjadi dewasa dan menjadi orang yang berjaya.
                      Kemudian aku tekun belajar.Aku tinggalkan ibuku dan melanjutkan pelajaranku di Singapura.Di sana aku menikah,dikurniakan beberapa orang anak dan membeli sebuah rumah dengan jerih payahku.Aku pun hidup bahagia sebagai seorang yang berjaya.Aku menyukai tempat tinggal ini kerana tempat tinggal ini dapat membantuku melupakan ibuku.Kebahagiaan ini bertambah besar dan besar,hingga di suatu hari loceng rumahku berbunyi dan pintu kubuka dan di depanku telah bardiri seorang wanita tua dengan mata satu..Ya..dia adalah ibuku.Aku merasa seolah-olah langit runtuh menimpaku.Anak-anakku pun berlari ketakutan melihat ibuku yang bermata satu.
                   "Siapa kamu?!..Aku tidak mengenalmu!!..kataku kepadanya.Tidak cukup demikian,aku juga memakinya.."Berani kau datang ke rumahku dan menakut-nakutkan anak-anakku!!..cepat,keluar dari sini!!"..
                          Ibuku hanya menjawab.."oh,maafkan saya,saya mungkin salah alamat..".kemudian dia pun berlalu dan hilang dari pandanganku.
  Oh syukurlah,dia tidak mengenaliku.Aku agak lega.Kukatakan pada diriku bahawa aku tidak akan kuwatir dan tidak akan memikirkannya lagi.Hatiku pun menjadi lebih lega...
  Suatu hari, sebuah undangan menghadiri reuni sekolah dikirim ke alamat rumahku di Singapura.Untuk menghadiri undangan itu aku berbohong pada isteriku bahawa aku akan perjalanan didikan nasional.Setelah menghadiri reuni sekolah,kerana perasaan ingin tahu saja,kulangkahkan kaki untuk mengunjungi sebuah pondok usang yang dahulu kusebut sebagai rumah.
                      Di sana,kutemukan ibuku terbaring di lantai yang dingin.Namun aku tak menitiskan air mata sedikit pun.Ku dapati ada sepucuk surat di tangan ibuku.Sepucuk surat untukku...
                    "Anakku..kurasa hidupku sudah cukup panjang dan aku tidak akan pergi ke Singapura lagi.Namun apakah susah jika aku ingin kau menjengukku sesekali?.Aku amat meridukanmu dan aku amat gembira ketika tahu kau akan datang ke reuni itu.Tapi kuputuskan untuk tidak pergi ke sekolah demi engkau dan aku minta maaf kerana satu mataku ini hanya membuatkanmu malu..
                       Ku tahu ketika kau masih kecil,kau mengalami kecelakaan dan kau kehilangan satu matamu.Sebagai seorang ibu,aku tak sanggup melihatmu membesar hanya dengan satu mata.Maka aku berikan sebelah mataku untukmu.Aku sangat bangga padamu yang telah melihat seluruh dunia dengan mata itu.Aku tak pernah marah atas semua kelakuanmu malah ketika kau marah padaku,aku berkata dalam hatiku.."itu kerana kau mencintaiku"..Anakku..Oh anakku.."  Setelah kubaca surat dari ibuku itu baru ku tahu perkara yang sebenarnya.Tanpa kusedari air mata jatuh bercucuran keluar dari kedua mataku dan salah satunya adalah mata ibuku sendiri.Betapa besarnya pengorbanan ibuku untukku..Ibu,ampunkanlah segala dosa anakmu ini,aku amat menyintaimu ibu..Ibu..

                       shared by fadhil shaari

Tiada ulasan:

Catat Ulasan